Laman

Rabu, 24 September 2014

Sejarah Lamongan


Lamongan merupakan sebuah Kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur Indonesia. Tepatnya di sebelah pantai utara .Kabupaten Lamongan ini berlambangkan ikan Lele dan ikan Bandeng. Kabupaten Lamongan berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Gresik di timur, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang di selatan, serta Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban di barat.Luas daerah Lamongan adalah 1.812 km².Lamongan disebut sebagai  Kota Wali karena Lamongan adalah salah satu kota di Jawa yang menjadi pusat penyebaran ajaran Agama Islam.

Biasanya warga Lamongan bermatapencaharian sebagai nelayan ,hal ini di karenakan letak Lamongan yang berdekatan dengan pantai, karena letaknya yang strategis berdekatan dengan pantai  yang menawarkan beragam keindahan para investor mencoba menggalipotensi yang ada . Pada akhir November 2004 dibukalah “WBL” atau biasa di kenal dengan Wisata Bahari Lamongan .Wisata Bahari Lamongan dikelola oleh PT Bumi Lamongan Sejati, sebuah perusahaan patungan Pemkab Lamongan dengan PT Bunga WangsaSejati.

Tari Boranan merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal lamongan.Tari tradisional Boranan adalah tari yang terinspirasi oleh aktivitas penjuala nasi Boranan yang ada di Lamongan dan sudah siap dengan dagangannya dari pagi sampai subuh.Gerakan tari Boranan cukup sederhana namun bermakna, dengan sentuhan tradisional .Setiap gerakan menunjukkan aktivitas penjual Boranan, dari menyiapkan makanan sampai menyerahkannya kepada pelanggan.Penari Boranan selalu datang dari Lamongan, dengan memakaikan batik tradisional Lamongan, dengan warna khas biru dan hitam dant erdapatgaris-garis  merah pada pinggang.Bukan hanya tari Boranan ,Lamongan juga terdapat tari-tari yang lain seperti tari Caping Ngancak , tari Silir-silir , tari Mayang Madu dsb.
Lamongan juga merupakan daerah yang mempunyai makanan daerah khasnya sendiri seperti  Soto Lamongan , Nasi Boran dsb. Soto Lamongan sendiri biasanya ada di pelosok kampung, shopping mall besar ,Pujasera, Depot , dan di dalam pasar. Biasanya orang menyajikan pada waktu siang dan malam hari. Pemasarannya dari kalangan bawah sampai menengah atas, harganya antara Rp.6000,-sampai dengan Rp.18.000,00 tergantung tempat dan lokasinya.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Lamongan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar